Kenalan Yuk Sama Global Influencer Marketing Awards (GIMA): Ajang Paling Bergengsi Buat Influencer & Digital Agency!
Kalian yang sehari-hari nya berkecimpung di dunia influencer marketing, atau kerja di agency digital marketing, udah pernah denger belum sih soal Global Influencer Marketing Awards (GIMA) ini? Kalo belum pernah denger, sini aku bisikin!

Awalnya Gimana, Sih?
Jadi GIMA ini pertama kali digelar pada tahun 2018. Awalnya sih namanya itu Influencer Marketing Awards, dan acaranya diadakan di London. Tujuannya? Buat ngasih apresiasi ke semua yang terlibat di dunia influencer marketing (brand, agency, & creators), biar makin semangat ngasilin karya dan campaign yang creative, impactful, dan yang pasti meaningful buat para pesertanya!
Nah, makin ke sini, skala IMA ini makin gede. Kalau dulu fokusnya di wilayah UK & Eropa, sekarang udah jadi ajang global yang pesertanya datang dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Makanya, di tahun 2023, namanya resmi berubah jadi Global Influencer Marketing Awards, biar lebih mewakili skala globalnya.
Nominasinya Ada Apa Aja?
Terus, ada nominasi apa aja sih di ajang bergengsi ini? Ternyata, ada banyak banget, loh! Mulai dari Agency Awards, Campaign Awards, Creator & Agency Awards, Technology Awards, Platform Awards, Industry Excellence Awards, Content Awards, dan Regional Awards. Belum lagi, masih ada beberapa kategori turunan lainnya kaya Best Brand Engagement Campaign, Best Use of UGC, Most Effective Micro-Influencer Strategy, Best Influencer Marketing Campaign - APAC, Best Team in Influencer Marketing, dan masih banyak lagi!
KAMAYE Jadi Salah Satu Finalis di GIMA 2024?
Nah di ajang Global Influencer Marketing Awards tahun 2024 yang diselenggarakan di The Londoner Hotel, Leicester Square, London-UK, KAMAYE jadi salah satu finalis Regional Awards–Best Influencer Marketing Campaign - APAC. KAMAYE bersanding dengan finalis lainnya yaitu Ogilvy Singapore, Ogilvy Malaysia, dan Hoozu.

Penghargaan ini tuh diberikan untuk the most outstanding influencer marketing campaign yang dilaksanakan di kawasan Asia-Pasifik. Penghargaan ini juga untuk mengapresiasi kreatifitas, inovasi, dan dampak yang terukur, dari kolaborasi brand dan creator dalam menjangkau audience di wilayah yang dinamis dan kaya akan budaya ini.
KAMAYE berpartisipasi dalam awards tersebut lewat study case campaign Line Webtoon Indonesia: Operation True Love. Berkolaborasi dengan lebih dari 80 influencer, dan sukses mendapatkan total views campaign sebanyak 13 juta+ views. Campaign ini selaras dengan personal branding para influencer yang terlibat, dan kontennya pun dikemas dengan sangat kreatif serta menarik!
KAMAYE Berhasil Dapat Awards-nya, Nggak?
Dan hasilnya? Bukan cuman jadi finalis, akhirnya di ajang Global Influencer Marketing Awards ini, KAMAYE berhasil mendapatkan Silver Winner 2024 di kategori Regional Awards-Best Influencer Marketing Campaign - APAC!

Wah keren banget nggak, sih? Hal tersebut nggak luput dari kerja keras team KAMAYE dibalik layar yang bareng-bareng menyukseskan campaign Webtoon: Operation True Love sampe bisa bawa pulang penghargaan di ajang bergengsi ini!
Prestasi ini jadi salah satu bukti kalo KAMAYE siap untuk bersaing di dunia influencer marketing & digital marketing yang super dinamis!
Gimana, sekarang udah kenal kan sama Global Influencer Marketing Awards (GIMA) ini?

How did you find this article?
Comments (0)
Sign in to join the conversation
Share your thoughts and connect with other readers by signing in with Google.
Related Articles

Channel Digital Marketing yang Perlu Digunakan oleh Brand
Beragam channel digital marketing seperti website, social media, search engine, dan digital advertising memiliki peran yang berbeda. Artikel ini membahas bagaimana brand dapat memilih dan mengintegrasikan channel yang tepat untuk hasil yang lebih optimal.

Digital Marketing dan Traditional Marketing: Mana yang Lebih Efektif untuk Brand?
Digital marketing dan traditional marketing memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjangkau audiens. Artikel ini membahas perbedaan keduanya, mulai dari targeting, interaksi, hingga pengukuran performa, serta bagaimana brand dapat memanfaatkannya secara efektif.

Clipper Content: Strategi Distribusi Content yang Viral di Media Sosial
Pernah liat postingan potongan video yang diposting berulang kali di sosial media? Biasanya potongan video tersebut berasal dari podcast, interview, content, atau diskusi menarik dari vlogger atau influencer yang diposting ulang oleh "clipper" ke sosial media secara massif. Clipper Content jadi salah satu strategi distribusi konten yang lagi viral di sosial media. Yuk kita bahas lebih detail tentang Clipper Content di artikel berikut ini!

Social Commerce 2026: Transformasi Konten Menjadi Kanal Penjualan
Perkembangan media sosial tidak lagi berhenti pada fungsi komunikasi dan hiburan. Pada 2026, platform digital telah berevolusi menjadi ruang transaksi yang terintegrasi. Social commerce bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan perubahan mendasar dalam perilaku konsumen.