Digital Marketing Strategy
25 Mei 2026
5 min read
By Kamaye Digital Team

Threads Jadi Tempat Baru Brand Building? Ini Strategi yang Lagi Dipakai Banyak Brand

Threads mulai berubah jadi ruang baru bagi brand untuk membangun koneksi yang lebih natural dan conversational dengan audiens. Nggak lagi sekadar tempat posting konten atau jualan, tapi jadi medium di mana brand bisa terlihat lebih human, relevan, dan dekat lewat cara mereka ikut ngobrol di dalam percakapan sehari-hari.

Social Media Trends
Threads Jadi Tempat Baru Brand Building? Ini Strategi yang Lagi Dipakai Banyak Brand

Kalau kamu aktif di social media, pasti kerasa belakangan ini makin banyak admin brand yang nongkrong di Threads. Tapi menariknya, mereka nggak datang buat jualan, mereka lebih sering ikut ngobrol, lempar opini ringan, atau sekadar posting hal-hal receh yang justru terasa dekat banget sama keseharian audiens.

Dan responnya? Enggak main-main. Engagement naik, bahkan beberapa akun brand bisa tembus jutaan views dari format ngobrol kayak gini. Pelan-pelan, Threads berubah jadi tempat baru untuk brand building yang lebih santai, lebih personal, dan yang paling penting, lebih “manusia”.

Dan ini bukan sekadar soal ikut tren platform baru. Tapi lebih ke perubahan cara audiens sekarang mengonsumsi konten di social media.

 

Kenapa Threads Mulai Menarik Untuk Brand?

Audiens udah sering banget liat konten yang polished dan terlalu hard selling di social media Instagram atau TikTok. Hal ini bikin audiens bosan dengan konten-konten yang terlalu "jualan" dari sebuah brand. Sehingga, audiens mulai berpindah ke platform Threads untuk mencari hiburan, opini, obrolan ringan, cerita relatable, dan topik unbranded lainnya. 

Itulah kenapa format conversational mulai lebih disukai oleh audiens. Threads menjadikan brand memiliki ruang untuk lebih authentic tanpa harus selalu terlihat formal. Bahkan, banyak audiens yang akhirnya merasa lebih dekat dengan "brand" hanya karena cara mereka ngobrol di Threads. 

 

Brand Building Sekarang Bukan Cuma Tentang Visual

Dulu, banyak brand fokus membuat feed yang aesthetic, mulai foto-foto aesthetic sampai video cinematic. Tapi sekarang, personality jadi lebih penting. 

Karena di era sekarang, orang lebih mudah connect dengan personality dibanding sekadar desain bagus. Threads menjadi tempat yang cocok untuk membangun itu.

 

Strategi Threads yang Lagi Banyak Dipakai Brand

  1. Ikut conversation, bukan sekadar broadcasting. 

    Brand yang perform di Threads bukan yang paling sering jualan atau ngenalin produknya. Tapi yang aktif untuk ikut conversation, misalnya: ikut tren yang relevan, ikut komentar di postingan thread yang sedang viral, sharing keresahan audiens, atau membuat utas yang memancing diskusi.  

    Di Threads, engagement lahir dari interaction, bukan sekadar exposure.

  2. Gunakan Tone yang Lebih Santai

    Setiap brand tentunya memiliki tone of voice nya masing-masing. Biasanya, tone of voice tersbut disesuaikan dengan platform social media. 

    Audiens Threads cenderung lebih suka gaya komunikasi yang lebih natural, karena konten yang terlalu corporate terasa kaku. Sehingga banyak brand yang mulai menggunakan tone of voice yang lebih santai, lowercase writing, conversational, humor receh, dan asbun (asal bunyi). 

  3. Jangan Hard Selling

    Salah satu kesalahan brand di Threads adalah memperlakukan platform ini sebagai marketplace. Padahal audiens datang untuk berinteraksi, cari cerita relate, sharing experience, cari insight edukasi, atau sekedar cari hiburan dari utas random. 

    Boleh kok tetep jualan atau ngenalin produk brand, tapi jangan terlalu sering dan cara penyampaiannya lebih disesuaikan.

 

Threads Mulai Jadi Ruang Koneksi Antar Brand

Kalau dilihat lebih dalam, fenomena admin brand yang aktif di Threads bukan cuma soal adaptasi ke platform baru. Ada perubahan yang lebih besar di belakangnya: cara relasi di social media sedang bergeser.

  1. Role admin brand mulai berevolusi. Mereka nggak lagi cuma dianggap sebagai “pengelola akun”, tapi sudah jadi voice dari brand itu sendiri. Cara mereka berinteraksi di Threads membuat batas antara personal dan brand semakin tipis. Akhirnya, interaksi yang terjadi terasa lebih human, bukan sekadar komunikasi formal dari sebuah perusahaan.
  2. Yang awalnya cuma interaksi ringan di comment section atau reply thread, pelan-pelan berubah jadi relasi yang lebih nyata. Dari sekadar saling balas opini, lanjut ke mutual recognition, sampai akhirnya terbentuk koneksi yang cukup kuat untuk ketemu langsung di dunia offline, seperti yang terlihat dari komunitas admin brand yang mulai melakukan gathering di Ancol Taman Impian, Jakarta.
  3. Threads tanpa disadari juga membentuk secondary network di industri digital. Bukan hanya brand ke audience, tapi juga brand ke brand lewat percakapan sehari-hari. Ini menciptakan ruang informal di mana insight, pengalaman, dan cara kerja antar brand bisa saling bertukar tanpa harus lewat forum resmi atau event industri.

Yang menarik, semua ini terjadi secara organik. Bukan hasil campaign, bukan hasil event yang disusun secara formal, tapi murni dari percakapan yang konsisten dan konteks yang terbentuk di dalam platform itu sendiri.

Apakah Semua Brand Harus Masuk Threads?

Nggak selalu sih. 

Tapi, kalo brand kamu ingin bangun community, ningkatin brand awareness, membangun personality brand, atau meningkatkan performa organic content, Threads bisa menjadi channel yang menarik untuk mulai dicoba, terutama untuk brand yang target audiensnya Gen-Z atau Millennials. 

 

Threads

Social media sekarang bergerak ke arah yang lebih personal dan conversational. Audience sudah mulai lelah dengan content yang terlalu “jualan” dan lebih tertarik pada brand yang terasa authentic, punya personality, dan bisa diajak ngobrol. Dan saat ini, Threads menjadi salah satu platform yang membuka ruang itu. 

Bukan tentang siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling bisa membangun koneksi dengan audience.

 

Kamaye Digital 

Ingin membangun social media presence yang lebih impactful dan relevan dengan audience saat ini? Konsultasikan kebutuhan digital campaign brand kamu bersama Kamaye Digital secara gratis. 

How did you find this article?

Comments (0)

Sign in to join the conversation

Share your thoughts and connect with other readers by signing in with Google.

Loading comments...

Related Articles

Kapan Brand Sebaiknya Menggunakan Digital Marketing Agency? Kenali 7 Tandanya
Digital Marketing Strategy

Kapan Brand Sebaiknya Menggunakan Digital Marketing Agency? Kenali 7 Tandanya

Tidak semua brand membutuhkan digital marketing agency sejak awal. Namun, ketika aktivitas marketing mulai kompleks dan target bisnis semakin besar, bekerja sama dengan agency dapat membantu brand berkembang lebih cepat melalui strategi yang lebih terarah.

27 Juli 2026
Kamaye Digital Team
Community Marketing: Kenapa Brand yang Membangun Komunitas Lebih Mudah Bertumbuh?
Digital Marketing Strategy

Community Marketing: Kenapa Brand yang Membangun Komunitas Lebih Mudah Bertumbuh?

Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, banyak brand mulai membangun komunitas, bukan hanya mengejar followers. Artikel ini akan membahas kenapa community marketing menjadi strategi yang relevan untuk meningkatkan loyalitas customer dan pertumbuhan bisnis.

22 Juli 2026
Kamaye Digital Team
Channel Digital Marketing yang Perlu Digunakan oleh Brand
Digital Marketing Strategy

Channel Digital Marketing yang Perlu Digunakan oleh Brand

Beragam channel digital marketing seperti website, social media, search engine, dan digital advertising memiliki peran yang berbeda. Artikel ini membahas bagaimana brand dapat memilih dan mengintegrasikan channel yang tepat untuk hasil yang lebih optimal.

29 April 2026
Kamaye Digital Team
Digital Marketing dan Traditional Marketing: Mana yang Lebih Efektif untuk Brand?
Digital Marketing Strategy

Digital Marketing dan Traditional Marketing: Mana yang Lebih Efektif untuk Brand?

Digital marketing dan traditional marketing memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjangkau audiens. Artikel ini membahas perbedaan keduanya, mulai dari targeting, interaksi, hingga pengukuran performa, serta bagaimana brand dapat memanfaatkannya secara efektif.

28 April 2026
Kamaye Digital Team
Kamaye
Millenium Centennial Center Lt. 38
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta Selatan 12920

Copyright © 2024 Kamaye Digital